*Semi fiksi
Berluap harapan terpencar di wajah Yati begitu membaca email di warnet pojok jalan. Email itu berisi kontrak kerja menjadi Au Pair alias baby sitter di salah satu kota terpenting dunia, London.
Baru dua minggu lalu Yati mendaftarkan dirinya dalam sebuah online directory pemasok tenaga Au Pair di internet. Tidak disangka sebuah email masuk ke dalam inbox emailnya yang mengabarkan niat Mr McLeod mempekerjakannya. Setelah keterangan lebih lengkap dikirimkan ke alamat email calon majikannya di London, Yati pun segera menerima sebuah surat kontrak dengan janji-janji yang sangat menarik.
Dalam surat kontraknya, Mr B. McCleod berjanji akan memberinya gaji £2000 sebulan ditambah uang jajan £200 seminggunya. Ia dijanjikan pula akan diberi kamar sendiri, lengkap dengan televise dan jalur telepon sendiri, semuanya gratis! Semua itu untuk hanya untuk membantu Mr McCleod menjaga dua anaknya Tim dan Matthew selama ia dan istrinya bekerja setiap hari. Bahkan dalam emailnya ia dijanjikan pula untuk menerima uang tiket dan uang pembayaran Visa di kedutaan. Jadi hampir tidak ada biaya apapun yang perlu ia keluarkan
Terbayang senangnya ia akan bisa mengirimkan uang ratusan pound untuk biaya hidup ibu dan adik-adiknya yang masih sekolah. Selepas kuliah di salah satu universitas Swasta di Malang dua tahun lepas Yati hanya bisa mendapat kerja sebagai kasir di minimarket kecil di Surabaya. Uangnya hanya cukup untuk menbayar kontrakan kamar sempit, makan, transport ke Malang, dan membeli perlengkapan kecantikan ala kadarnya. Paling ia hanya bisa memberi 10-20 ribu rupiah sebulannya pada adik-adiknya untuk menambah biaya jajan sekolah.
Jadi hanya tinggal urusan Work Permit saja yang harus diurusnya. Inipun sudah dijanjikan oleh calon majikannya untuk diurus via agen resmi work permit resmi di London. Alamat perusahaan dan kontaknya sudah diberikan pula dalam email berikutnya.
Dalam emailnya, London Immigration Services Ltd mencantumkan berbagai syarat administratif yang harus disiapkan untuk Work Permit application di Inggris. Mulai dari daftar riwayat hidup, pas foto, passport dan lain-lain. Total pengurusan biaya ini sebesar £450. Uangnya harus dikirimkan secepatnya lewat Western Union money transfer sebelum aplikasi work permit bisa dilakukan.
Uang £450 atau hampir delapan juta rupiah bukanlah jumlah yang sedikit. Itu uang berbulan-bulan gaji Yati bekerja di minimarket. Memang ada uang sisa dari almarhum ayah yang disimpan ibunya, yang khusus disiapkan untuk acara perkawinannya kelak, tapi sangat berat meminta uang dari ibu untuk ini. Dalam benaknya, uang £450 tentunya kecil saja dibandingkan dengan uang gaji £2000 sebulan yang akan diberikan oleh Mr McCleod. Demikian pula argumen yang dikemukakan Mr McCleod sewaktu Yati menanyakan hal ini padanya.
Perlukah Yati memberanikan diri meminta pada uang itu ke ibu?
Atau adakah cara lain?
Atau biarlah kesempatan bekerja ke Inggris ini sia-sia?